FAKTA DAN OPINI

 A.    FAKTA

Fakta berisi informasi tentang jumlah atau angka-angka, nama-nama, peristiwa, hari, dan tanggal yang merujuk kepada kenyataan yang sebenarnya. Fakta merupakan pernyataan yang menyatakan kebenaran yang dapat diterima oleh umum yang tidak terbantahkan lagi kebenarannya. Bentuk fakta berupa gambar, foto, data statistik, tabel, peristiwa, dan grafik sedangkan sifatnya yaitu menunjukkan. Dengan ini fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi (Panuju, 2005; Suyono, 2007). Fakta merupakan sesuatu yang apa adanya, dengan kata lain fakta merupakan potret tentang keadaan atau peristiwa. Macam-macam fakta dapat dibagi dalam kategori fakta benda, fakta peristiwa, fakta jumlah, fakta waktu, dan fakta faktor penyebab

 

B.     OPINI

Opini adalah pendapat pikiran, pendirian seseorang, anggapan, pandangan, perkiraan, simpulan seseorang/kelompok orang, saran, usul, kiritk atau penilaian (bersifat objektif). Biasanya, opini menggunakan kata lain sebagai ungkapan penilaian atau penafsiran pribadi terhadap fakta. Opini merupakan pikiran, anggapan, buah pemikiran atau perkiraan. Bentuknya berupa saran, kritik, tanggapan, harapan, nasihat, dan ajakan.

Opini yang juga sering disebut dengan pendapat merupakan suatu sikap pikiran seseorang terhadap suatu persoalan. Pendapat adalah segala hal yang diungkapkan seseorang berdasarkan pendirian atau sikap yang diyakininya (Suyono, 2007). Pendapat pribadi dapat salah atau benar. Pendapat seseorang juga dapat berbeda dengan pendapat lainnya. Suatu pendapat akan makin mendekati kebenaran apabila ditunjang oleh fakta yang kuat dan ajakan yang menunjukkan ciri-ciri informasi opini (Kussuji & Triningsih, 2010).

Suatu kalimat yang mengandung opini setidaknya terdapat kemungkinan, yakni (1) opini positif, (2) opini negatif, (3) opini netral, (4) opini positif dan negatif, (5) opini tanpa orientasi, dan (6) opini tak tentu (Yu & Hatzivassiloglou, 2003). Secara umum ungkapan opini tersebut mencakupi tiga dasar, yakni positif, negatif, dan netral (Kansal & Toshniwal, 2014; Ojokoh & Kayode, 2012). Opini positif positif mengarah kepada sikap setuju dan opini negatif mengarah kepada sikap tidak setuju yang masing-masing memiliki skala tingkatan bobot daya kesetujuan meyakinkan. Macam-macam opini meliputi tanggapan (kritik dan saran), harapan, nasihat, dan netral (Kansal & Toshniwal, 2014; Ojokoh & Kayode, 2012). Opini positif positif mengarah kepada sikap setuju dan opini negatif mengarah kepada sikap tidak setuju yang masing-masing memiliki skala tingkatan bobot daya kesetujuan.

 

C.    PERBEDAAN

Ciri-ciri fakta yakni peristiwa yang sesungguhnya. Biasanya diketahui dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, bagaimana, berapa. Isi fakta merupakan suatu kejadian, benda, atau seseorang yang bersifat faktual. Kebenaran dari suatu fakta berisi seperti apa adanya sesuai dengan konteksnya masing-masing. Cara [engungkapan dari fakta yaitu dengan berupa kalimat berita/pernyataan.

Sedangkan opini berisi tentang hasil dari pemahaman dan penilaian seseorang mengenai suatu hal seperti peristiwa/kejadian.kebenaran dari opini bersifat ralatif tergantung waktu dan tempat, sudut pandang, serta bukti-bukti pendukung dari opini tersebut. Cara pengungkapan dari opinin yaitu dengan berupa kalimat berita/pernyataan saran, pendapat, ramalan sebab-akibat, menunjukkan peristiwa yang belum terjadi atau akan terjadi di masa yang akan datang.

 

D.    CONTOH KALIMAT

Berikut merupakan beberapa contoh kalimat fakta dan opini

1.      Fakta:

a.       Perilaku brutal belasan orang Minggu lalu yang mengobrak-abrik ruang sidang Mahkamah Konstitusi memberikan tengara kuat bahwa wibawa lembaga yang menjadi garda penjaga konstitusi telah luluh lantak akibat nafsu serakah pemimpin institusi itu.

b.      Kalkulasi tunggakan perkara, baik sisa perkara tahun sebelumnya maupun perkara yang masuk pada tahun 2010, sekitar empat puluh persen sehingga dari segi manajerial saja MA diragukan kemampuannya

c.       Saat ini Indonesia mendapatkan kuota dari pembagian permintaan pasar-pasar berbagai negara produsen gaharu sebanyak 300 ton pertahun.

2.      Opini:

a.       Bangsa ini terlalu besar kalau harus tunduk kepada orang-orang kerdil yang dalam meraih kedudukan publik hanya berbekal muka tebal, mengumbar janji dan omong besar, senyum lebar, serta bergincu mentor untuk mengelabui perilaku yang batil.

b.      Kekhawatiran itu akan menjadi kenyataan mengingat kasus sengketa pilkada telah melibatkan sejumlah pihak.

c.       Melalui kerjasama dengan instansi lain seperti BPS dan Dinas Kesehatan, tentu akan menghasilkan sesuatu yang optimal.

 

DAFTAR PUSTAKA

Latifah, R. M., Iyar, S., & Aeni, E. S. (2019). IDENTIFIKASI FAKTA DAN OPINI DALAM TEKS EKSPOSISI “MERETAS ASA, MEMBANGUN WIBAWA” DENGAN MEDIA KARTU. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 2(3)

Lestari, R., Sudiyana, B., & Wahyuni, T. (2019). Fakta dan Opini dalam Teks Tajuk Rencana Pada Surat Kabar Kompas. Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1).

Komentar